Punya Rumah KPR itu yang penting Berani, karena jelas menguntungkan!!

indexKeinginan punya tempat tinggal pribadi dengan suasana nyaman, aman, dan akses mudah dari mana-mana tentu saja merupakan impian seseorang. Tidak terkecuali saya, saya yang dibilang masih muda (menurut saya heehee) baru lulu kuliah desember 2014 dua tahun yang lalu dan langsung mendapatkan pekerjaan. Berkat dorongan orang tua yang selalu supaya memiliki rumah disaat muda walaupun belum menikah (walaupun belum nikah…buka status barang kali ada yang mau hehehe) akhirnya hati sayapun terdorong untuk memiliki rumah yang aman dan mudah aksesnya. Dari dorongan hati yang paling dalam (…lebay dikit…) akhirnya langkah kaki saya tergerak untuk mencari rumah dimanapun itu berada itu yang penting bis KPR (maklum belum mampu cash…mudah2an kedepannya bisa cash…amin)

Perjalanan saya dimulai dari parung bogor…(sedikit ada kisah yang menyanyat hati yang sulit UNTUK  dilupakan…..LAGU!!!!) tepatnya didaerah tajur halang (g tau termasuk parung apa bukan), ditempat tersebut banyak rumah baru dibangun mulai dari ukuran 21/60, 32/72, ataupun 60/120 dll. Sebenarnya dari hati (ceile ngomangnya hati) sudah suka pada kawasan tersebut tapi apa daya kerjaan yang waktu itu baru 2 bulan di sebuah konsultan kecil di daerah pancoran dengan gaji yang alkhamdulillah saya sukuri hanya x juta perbulan . Dengan gaji segitu saya berfikir gak baklan bisa untuk punya rumah dengan harga 180 jutaan dengan DP diawal 50 juta dengan syarat sedabrek mulai dari Surata pajek, pengahasilan harus 3 x dari angsuran, pegawau tetap dll. Akhirnya hati saya mulai surut terombang abing dan pupus ditengah jalan

Alkhamdulillah saya memiliki keluarga yang selalu mendukung mulai dari kedua orang tua, om-om yang ada di jabodetabek ( omnya banyak …sombong dikit), kakak dan yang lainnya yang selalu memotifasi saya gimanapun caranya saya harus punya rumah di umur saya yang waktu itu baru 23 tahun yang mau menikah ( tapi gagal karna takut bayangan ……heeheee.). Akhirnya saya termotifasi lagi untuk mencari rumah tiba, perjalan waktu itu saya diantar om saya berangkat dari Tangerang menuju ke perumahan di daerah kalapanunggal cileungsi dan arah jonggol tepatnya dibelakang mekarsari. Di daerah itu banyak sekali perumahan KPR murah dan baru dibangun dengan konsep yang modern untuk kelas pasarnya menengah kebawah. Walaupun begitu menurut informasi banyak sekali peminat dari luar daerah terutama yang bekerja di daerah Jakarta yang mencari perumahan disekitar klapanunggal , arah jonggol dan sekitarnya. Banyak perumahan yang saya kunjungi di daerah klapanunggal tersebut rumahnya murah dengan  dp yang menggiurkan walaupun syaratny sama banyaknya termasuk pegawai tetap dan gaji minimal yang sudah ditentukan. Melihat seperti itu dengan status saya (sadar diri……) kelihatannya susah untuk pengurusan KPR.

Melihat fenomena itu tergerak hati saya untuk pindah kerjaan yang lebih layak dengan status yang tetap. Akhirnya setelah 4 bulan bekerja akhirnya saya resign dan mendapatkan pekerjaan di konstruksi baja walaupun gajinya terbilang kecil yang penting gak sadis (….minimal UMR lebih Dikit). Pekerjaan ditempat yang baru memang kalau dinilai  memang terbilang santai dan sering keluar kota mulai dari yang plosok  seperti hutan akasia seperti di daerah OKI Sumatra selatan sampai di daerah perkotaan modern seperti Pantai Indah Kapuk. Petualangan pekerjaan saya memang luar biasa yang bisa kemana-mana dengan sejuta pengalan mulaia dari daerah Kalimantan dan Sumatra. Alkhamdulillah semua karyawan di tempat yang baru friendly dan enak diajak kerjasama dalam berbagai hal termasuk “Pembuatan syarat untuk KPR”.

Setelah kira2 6 bulan bekerja saya mendapatkan tawaran lagi  tepatnya waktu lebaran bulan juni 2015 ada tawaran rumah dengan harga 165 juta (terbilang murah ditahun segitu karna punya temen om saya…)di daerah griya bukit jaya dengan kondisi rumah 2nd  dan sudah renovasi dengan ukuran tanah 60 m2 sudah ful bangunan walaupun sederhana. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminang ( …..ceileh istri kali yang dipinang) rumah tersebut dengan modal seadanya. Waktu itu saya cumah memiliki dana 8 juta. Mulailah stelah pertama masuk kerja setelah libur lebaran saya menyiapkan semua berkas termasuk “surat Karyawan Tetap” Dan Slip Gaji “yang Menggunung” tentu saja harus ada request dulu ke bagian HRD dengan penuh rasa belas kasih dan bla-bla….. akhirnya keluar dan lengkap sudah. Saatnya saya mengajukan KPR ke bank dengan syarat yang sudah saya siapkan  yang sebelumnya sudah browsing amana yang kira2 bunga rendah , syariah proses mudah dan apa aja yang perlu disiapin.

Setelah browsing dan nanya2 ke temen ataupun saudara pilihan saya jatuh ke Bank XXXXX (Bak Syariah Tentunya-biar gak riba dan flat angsurannya), syarat administrasi sudah lengkap tapi ada beberapa  syarat lagi yang mungkin berat yaitu DP 10-20 % dari harga rumah yaitu (32 juta) , adminstrasi kepengurusan KPR, asuransi, notaris untuk balik nama dan yang lainya sekitar 15 jutaan dan gak kalah penting IMB  (karena rumah 2nd yang sudah renovasi otomatis butuh pembaruan sebagai syarat wajib KPR). Mulai bingung….!!!!!! Dan akhirnya menurut om saya DP itu bisa diakali dan biaya administrasi itu gampang…heeehhhe. Ko gamapang??? Duit sebegitu besar saya peroleh dari mana???

Untuk IMB tinggal diurus dikabupaten bogor dengan waktu kira 2,5 bulan baru selesai. Proses yang lama mulai pembuatan gambar kerja , rab( buat sendiri …irit ongkos)…survey lokasi…bayar biaya denda karena melanggar garis sempadan dan yang lainya. Menurut para blogger di internet biaya pengurusan imb itu mahal bisa nyampe 4,5 juta…wowww mahal amat…..dwit dari mana?? Akhirnya dengan berat hati saya dengan rendah hati minta bantuan kakak saya tercinta (walaupun menawarkan dengan suka hati …he…hee)  yang masih punya anak sekitar 4,5 tahun waktu itu ,yang ngeyel dan minta mampir jajan ke kfc kalau ke mana-mana. Yesss…kaakak saya mau dan saya bersyuk karena mau  bolak-balik dari rumahnya grand kahuripan cileungsi bogor ke dinas satu pintu pemda kabupaten bogor dengan motor matiknya warna putih dengan tak ketinggalan anak kesayangannya. Rela hujan-hujanan walaupun itu jauh dari rumah dengan waktu tempuh sekitar 1 jam lebih. Kira-kira 2,5 bulan total biaya resmi yang dikeluarkan hanya sekitar 381 rb (buktinya dibawah ini dan 600 ribuan buat bayar peta situasi (murah bukan…..??? diluar ongkos bensin dan jajan kalau laper dari pada lewat calo ), tapi ya harus bolak-balik hamper tiap minggu. IMB kelar September pertengahan 2015 dan siap untuk syarat KPR….YESSS…yesss!!! (jadi Inget waktu SD)

bukti-pembayaran

Masalah untuk biaya pengurusan administrasi dengan nilai 15 jutaan ????(bingung…….////) yang penting berdoa….karena Allah memberikan ujian kepada umatnya tidak melebihi kemampuan umatnya…artinya sudah diukur…..( koreksi apabila salah). Dengan lama berdiskusi dirumah om saya …..danujung2nya minta tolong…heehee..hee….akhirnya beliau mau menalangi uang administrasi 7 juta yang saya perlukan (15 juta sudah punya modal 8 juta)….”Makasih Om Ku”…yang penting besok bisa dicicil…heheheee….

Untuk masalah DP Kata om saya “ itu gampang Le (panggilan anak muda dari jawa)….gedein harganya saat pengajuan ke bank…negosisasi sama pemilik rumah udah beres..!! teori memang gampang. Tapi dengan mengucap bismillah jadi…Allah Mengabulkan. Walaupun Bank Cuman ACC 145 juta dengan negosisasi ke pemilik harga tetap 165 juta tapi DP dianggap sudah dibayarkan 20 juta(padahal belum). Bulan September akad kredit dan tanggungan 20 juta akan saya janjikan awal tahun 2015. Dan setelah akad kredit tersebut sah juga saya memiliki rumah KPR akhirnya saya memiliki rumah dengan masa angsuran 144 bulan (12 tahun) dengan angusuran sekitar IDR 2 jt-an /bulan walaupun dengan gaji sekitar umr bekasi (sisa 2 jt an perbulan buat ngopi2 atau jaesu sambil makan mendoan…Tiap hari makan mie instan //g begitu juga kali//..heehee…yang penting berani).

Setelah semua beres di September akhir….bulan Oktober adalah cicilan KPR pertama saya , alkhamdullah lancr……..Dan Karena saya masih tinggal dengan kakak saya akhirnya saya berpikir “”kenapa tu rumah g dikontakin aja y??” (rumayan bisa buat nambah-nambah angsuran / bulan 800 rb kan rumayan). Akhirnya sampai saat ini sampai januari 2016 ini masih ada yang mengontrak. Awal saya berbisnis kontrakan (cie ileh bisnis…) memamang banyak suka dukanya entah rumah bocor, pompa mati dsb….tapi itu semua beres dilewati oleh pemilik kontrakan dan diberesin dan dikerjakan sendiri walaupun menjadi tukang ala kadarnya dan sebisanya …..(saya sendiri….menegaskan) maklum pernah diajari cara ngecor dan ngitung beton masak g bisa ngerjain sendiri…heeheh.

Setelah lama bulan januari 2016 saya masih punya Hutang DP yang harus diselesaiakan  kepada pemilik rumah sekitar 20 juta….lagi…Allah Maha baik  ………selama bulan oktober samapai awal januari (sekitar 4 bulan ) saya ditugaskan ke berbagai daerah untuk supervisi projek diluar daerah pulau jawa yaitu daerah Kalimantan dan Sumatra. Satu hal yang paling saya ingat waktu itu adalah ketika ditugaskan di daerah Melak Kabupaten kutai berat disitu saya supervise selama 12 hari dengan menghadapi beberapa orang kolot asli pribumi dan gak mau diarahkan , tapi selalu keep calm dan berdoa akhirnya sukses juga…….Hasil dari dinas saya selama 4 bulan itu walaupun capek dan penuh perjuanagan akhirnya saya mampu melunasi sisa DP 20 Jta dan administrasi yang ditanggung om saya sekitar 7 jutaan (allkhamdullah ….angsuran lancar DP dan administrasi beres…..).

Sekedar info rumah saya sekarang 1.5 kali (baru 15 bulan) lipat lho kenaikannya….keren gak tuh….mungkin karena akses mudah kali ya…deket tol…deket KRL…deket Tempat keramaian…dlll……

Selama menjalani sekitar 15 bulan ini alkhamdulillah lancar tanpa ada kendala sedikitpun…yang penting banyak sodakoh dan infak selalu dijalankan. Saya gak merasa punya beban berat, karena dalam pikiran saya tanamkan selagi saya berusaha dan berdoa pasti ada jalan……..malah dengan sisa gaji yang minim saya bisa jalan  kemana2 (maklum anak muda) dan sering pulang kampung dengan ongkos yang tidak sedikit bagi anggapan saya….bahkan sekali bisa naik pesawat juga……heee….(walaupun orang kampong bisa naik pesawat juga dengan gaji minim…dan punya hutang…) yang penting Sekali lagi saya katakan “ berusaha dan berdoa kunci utamanya, jangan gresulo (…..Ngeluh…) kata orang jawa bilang “”

Kesimpulan :

-Jangan hanya punya impian, tapi berusahalah untuk mencoba mewujudkan bagaimnapun caranya

-Semua masalah pasti ada jalan yang penting yakin

-jangan takut mencoba….

-ingat Alllah Selalu ada untuk kita….

Sekian kisah saya semoga bermanfaat dan memotifasi bagi anda yang membaca…..terus berusaha……

Maaf apabila ada kesalahan atau ketidak tepatan dalam ketikan yang saya buat ini.

Karena ini merupakan kisah saya yang pertama saya wujudkan dalam tulisan seperti ini.

Terimaksih

Bekasi, 09 januari 2017

salam

MR ERW_DrEng_

 

#Belajar Nulis_Jangan diketawain_Silakan Komen#

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s